Berita Terbaru
SMS & YM Centre

0878 2314 6888 (XL)
0878 2314 6999 (XL)


0857 2119 7777 (Im3)
0857 9307 3888 (Im3)
0857 9307 3999 (Im3)

0813 2194 5555 (simPATI)
0813 2013 6666 (simPATI)
0813 9441 9999 (simPATI)

0899 6866 222 (Three)
0899 6866 333 (Three)
0899 6866 444 (Three)


: center1_elinda

: center2_elinda

: center3_elinda

: center4_elinda

Support eLinda

Apabila Anda kurang berkenan dengan pelayanan CS kami, mohon sms ke:

081802020203


: cs1_elinda

: cs2_elinda

: cs3_elinda

: cs4_elinda

: cs5_elinda

: cs6_elinda

: cs7_elinda.

: cs8_elinda.

: cs9_elinda.


Via Telp (Tidak SMS):

(022) 781 4609 (Telkom)

(022) 91 999 444 (Esia)

Info Deposit

A/N: Linda Trisnawati


Bank Mandiri

BCA: 2330 034567


Bank Mandiri

Mandiri: 131-00888 09993


Konfirmasi Deposit:

022 9119 9933 (Esia)

022 7655 3888 (Flexi)

Buka 07:00 - 21:00 WIB

Rekening Keanggotaan

A/N: Sunarto


Bank BCA

BCA: 2830 555555

Artikel
Hubungi kami

Gedung Graha Dwimas
1st floor - 2nd floor Jl. Raya Cileunyi 400-402
Bandung, Jawa Barat, Indonesia - 40393
Tlp: (022) 781 4609
Buka setiap hari
pukul 07:00 - 17:30 WIB

Dwimas.Net
Jl. Raya Jatinangor No 106 Dusun Caringin, Desa Sayang Kec. Jatinangor RT 02, RW 11
Sumedang, Jawa Barat, Indonesia - 45363
Tlp: 022 779 2727
Buka setiap hari
pukul 07:00 - 24:00 WIB

Nazwa Cell
Kp. Sukajaya RT05/03 Dawuan Kidul
Subang, Jawa Barat, Indonesia - 41251
Tlp: 0852 9546 9444
Buka setiap hari
pukul 07:00 - 17:30 WIB


Owner:

: Owner

 

Crew:

: Marketing

: Billing

: Purchasing

: Webmaster

Informasi Anda
  • IP: 38.107.179.216
Jumlah Pengunjung
Pengunjung sejak Desember 2010 -- Rincian

Voucher Fisik

Cetak halaman ini

Update Terakhir Pada: Friday, 30 March 2012 - 13:34:11 WIB

 

Voucher Fisik Harga Status

Simpati - As

V.10 11.000 Tersedia
V.25 25.750 Tersedia
V.50 49.500 Tersedia
V.100 97.500 Tersedia

Indosat

V5 5.500 Tersedia
V10 10.500 Tersedia
V25 24.750 Tersedia
V50 48.750 Tersedia
V100 98.000 Tersedia

3

V1 1.250 Tersedia
V5 5.300 Tersedia
V10 9.950 Tersedia
V30 29.000 Tersedia
V50 - -
V100 - -

axis

V5 5.250 Tersedia
V10 10.250 Tersedia
V20 20.250 Tersedia

esia

V10 10.500 Kosong
V20 - -
V25 24.500 Tersedia
V50 48.250 Kosong
V100 95.750 Kosong

V5 5.150 Tersedia
V10 9.950 Tersedia
V25 24.500 Tersedia
V50 48.500 Tersedia
V100 96.750 Tersedia

fren

V10 - -
V25 - -
V50 - -
V100 - -

hepi

V10 - -
V25 - -

smart

V10 9.700 Tersedia
V20 19.500 Tersedia
V50 48.500 Tersedia
V100 96.500 Tersedia

Comments are closed.

KOMPAS.com — Coba perhatikan lebih teliti, berapa banyak alat elektronika yang Anda gunakan di rumah saat ini. Apakah masing-masing sudah benar-benar mati setiap kali selesai digunakan. Jangan-jangan, Anda hanya mengubahnya ke mode standby dan tidak benar-benar memutusnya dari aliran listrik. Kebanyakan alat-alat elektronika di rumah mungkin sebenarnya mengonsumsi energi listrik selama 24 jam penuh meski sangat rendah. Telepon, televisi, home theatre, komputer, printer, modem, microwave, AC, dan alat elektronika rumah tangga lainnya umumnya menyediakan mode standby agar pengguna bisa lebih cepat menyalakan saat dibutuhkan atau merekam memori yang sudah diprogram. Perangkat seperti jam digital, remot kontrol, dan sejenisnya malah wajib punya mode standby. Perhatikan saja, di mana ada indikator lampu LED warna merah atau hijau pada alat-alat elektronika yang sudah tak digunakan, di situlah listrik masih disedot. Paling kelihatan misalnya adaptor listrik yang dibiarkan di colokan. Jika ditotal dalam setahun, energi yang dihabiskan bisa cukup signifikan lho dan bisa dikatakan sebagai "vampir energi". Berapa besar potensi kerugian dari konsumsi listrik yang sia-sia ini bisa dihitung dari jumlah alat elektronik yang digunakan, umur alat-alat tersebut, dan lama penggunaannya. Hasil survei Sempra Energy, salah satu perusahaan energi yang masuk dalam daftar Fortune 500, konsumsi listrik dari mode standby ini menghabiskan 5 persen dari total konsumsi listrik rumah tangga di AS. Satu pelanggan seharusnya bisa menghemat 75-100 dollar AS per tahun jika tidak membiarkannya sia-sia. Survei tersebut memang di AS. Di Indonesia, potensi kerugiannya bisa jadi sama, lebih kecil, atau bahkan lebih besar bergantung faktor-faktor yang memengaruhi. Namun, faktanya sama. Mode standby menghabiskan listrik cukup besar jika dilihat dalam jangka panjang. Nah, bagaimana agar dompet Anda tak disedot "vampire energi" ini karena harus menanggung biaya energi yang sia-sia ini. Berikut setidaknya empat kiat untuk meminimalkan. Pertama, kalau memungkinkan gunakan terminal listrik yang dilengkapi saklar on off untuk colokan TV, DVD player, komputer, dan printer bersamaan. Begitu tidak digunakan, matikan saklarnya. Jika salah satu masih digunakan, lainnya bisa dilepas. Kedua, pilih baterai isi ulang atau charger untuk alat-alat listrik yang menggunakannya dengan model terbaru dan ganti yang sudah lama. Charger lama umumnya membutuhkan pengisian ulang lebih lama untuk hasil penyimpanan lebih sedikit. Ketiga, jangan lupa lepaskan charger alat-alat elektronik begitu selesai digunakan. Charger umumnya mengonsumsi energi cukup besar meski tak terhubung ke alat elektronik. Keempat, pilihlah produk-produk elektronik yang telah mendapat label Energy Star. Produk-roduk berlabel Energy Star dijamin dengan standar konsumsi saat mode standby paling rendah. Sumber: KompasTekno